Dampak Psikologis Menganggur yang Buruk bagi Kestabilan Jiwa

Dampak Psikologis Menganggur yang Buruk bagi Kestabilan Jiwa
Tingginya jumlah pengangguran masih menjadi salah satu kendala utama bagi Indonesia. Selain meningkatkan beban di usia produktif, ternyata dampak psikologis menganggur tidak kalah berbahaya bagi kesehatan. Itu sebabnya menganggur dalam waktu lama bisa menjadi masalah serius bagi siapa pun.

Berikut Dampak Psikologis Menganggur yang Harus Ditanggulangi

Mudah Lupa

Ketika menganggur, orang biasanya cenderung tidak memikirkan hal-hal yang berat. Sayangnya, ini berdampak pada kinerja otak secara keseluruhan. Memori menjadi berkurang dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. Inilah yang membuat pengangguran harus tetap aktif dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat. Sehingga daya ingat dan konsentrasi tetap baik saat mendapat pekerjaan baru nantinya.


Semakin Sensitif

Meningkatnya sensitivitas perasaan juga bisa menjadi dampak psikologis dari menjadi pengangguran dalam waktu yang lama. Orang yang sudah lama menganggur akan lebih mudah marah atau tersinggung ketika ditanya tentang pekerjaan. Padahal, topik obrolan dengan orang lain belum tentu ditujukan untuk menyudutkan posisi si pengangguran. Kebiasaan berpikir positif akan membantu Anda tetap nyaman dan dapat meminimalkan perasaan sensitif.

Malas Beraktivitas

Belum mendapatkan pekerjaan bisa membuat seseorang berubah menjadi orang yang lebih malas. Bukan hanya malas mencari pekerjaan, tetapi juga malas memperhatikan diri sendiri dan orang-orang terdekat. Jadi, tidak mengherankan jika pengangguran identik dengan penampilan yang berantakan. Padahal, tidak sedikit pengangguran yang suka tidur sepanjang hari.

Rendah Diri

Salah satu dampak psikologis dari menganggur yang sangat sulit diatasi adalah perasaan rendah diri. Terutama saat berinteraksi dengan anggota keluarga, teman, atau kenalan yang memiliki karier cemerlang. Ini bahkan dapat menyebabkan orang yang menganggur menjadi malas bergaul walaupun hanya berinteraksi dengan orang lain.

Menjadi Temperamental

Bukan rahasia lagi bahwa dampak psikologis dari menganggur dapat membuat seseorang temperamental. Karena tekanan sosial dari masyarakat sekitar memang rentan mengganggu stabilitas mental para penganggur. Akibatnya, karakter temperamental juga menyebabkan pengangguran berisiko tindakan kriminal.

Depresi

Pada tingkat yang lebih parah, dampak psikologis dari menganggur juga dapat menyebabkan seseorang menjadi depresi. Gejala depresi pada setiap orang tentu berbeda. Ada orang yang cenderung menyendiri, ada pula yang berubah menjadi pembangkang atau mudah emosi. Depresi membutuhkan perawatan intensif agar tidak mengganggu kepribadian dalam waktu yang lama.

Meskipun saat ini Anda menganggur, pastikan Anda tetap aktif dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai dampak psikologis menganggur membuat Anda semakin sulit mendapatkan pekerjaan baru.

Posting Komentar

0 Komentar